Praktisi keselamatan berkendara dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menanggapi kasus pengemudi Toyota Fortuner arogan menggunakan pelat nomor dinas TNI palsu yang telah ditangkap serse Polda Metro Jaya.
Alasan sopir Fortuner membuat pelat dinas TNI dan menyematkannya pada SUV Fortuner miliknya hanya untuk menghindari ganjil-genap saat memasuki momen mudik lebaran di tol Japek.
Menurut Jusri, hal tersebut memang sudah sering terjadi sehari-hari, di mana orang yang menggunakan atribut instansi pemerintahan cenderung meminta perlakuan spesial di jalan raya.
\”Hal tersebut merupakan bentuk sehari-hari yang sering kita jumpai di jalan raya, biasanya orang seperti itu suka menanami psikologinya dengan satu eksklusifitas di jalan raya kalau dia punya hak lebih atau Abuse of Power,\” kata Jusri saat dihubungi, Rabu (17/04).Sopir Fortuner Arogan Ditangkap, Berikut Sanksi Pakai Pelat TNI PalsuJusri menegaskan, seharusnya setiap pengendara harus mematuhi Undang-Undang Lalu Lintas No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan karena substansinya sudah jelas menegakkan hukum.ADVERTISEMENT .para_caption div {width: 100%;max-width: none !important;position: absolute;z-index: 2;}\”Enggak tahu juga kenapa banyak yang masih melakukan Abuse of Power, seharusnya instansi lebih selektif dalam mengontrol hal ini, dan harus menegakkan hukum secara jelas, kalau tidak dapat mencoreng kredibilitas yang sudah dibangun oleh instansi terkait,\” ucap Jusri.
Jusri menambahkan,tak sulit untuk membedakan mana pengemudi dari instansi, atau mana jenis kendaraan yang dikategorikan hanya berpura-pura saja.
\”Yang pura-pura biasanya kelihatan sedikit eksklusivitasnya di jalan raya, sedangkan pemilik aslinya santai-santai saja enggak minta hak lebih di jalan raya,\” ucapnya.Daihatsu Sigra Terlaris di Maret 2024, Sikut Brio dan Kijang InnovaJusri menyarankan bagi para pengemudi apabila menjumpai pengguna jalan beratribut instansi sebaiknya menghindari perasaan emosi agar tidak terlibat konflik di jalan.
Jusri menyampaikan bagi pengendara yang berpapasan dengan pengemudi yang arogan macam pengguna Toyota Fortuner sebaiknya melaporkan melalui fasilitas yang tersedia, justru langkah ini untuk menghindari cekcok sesama pengguna jalan.
\”Kita jangan berpikir mereka salah, untuk menghindari situasi konflik sebaiknya kita mengalah saja dan melanjutkan perjalanan kita karena benar atau salah itu bukan wewenang kita tapi wewenang hakim di pengadilan,\” tutup Jusri.

By admin